SEJARAH DESA PAKU AJI
Desa
paku aji merupakan desa yang berada di Kecamatan Tanah sepenggal lintas,
Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, Indonesia. Desa Paku aji terdiri 3 kampung,
yaitu kampung baru, kampung buluh, dan kampung muaro yang terdiri atas 7 RT dan
luas daerah permukiman warga sekitar ±
40 Ha.
Desa
Paku Aji saat ini dipimpin oleh bapak
Yan Bastian selaku Datuk Rio atau kepala desa. Desa Paku Aji memiliki jumlah
penduduk sebanyak 767 jiwa terdiri atas 376 berjenis kelamin perempuan dan 391
berjenis kelamin laki-laki. Jumlah kartu keluarga yang tercatat di kecamatan
kurang lebih 251 kartu keluarga. Mayoritas penduduk beragama islam. Mata
pencarian penduduk Desa Paku Aji mayoritas sebagai petani, dan sebagian pegawai,
dan sebagian lainnya sebagai pedagang/wiraswasta.
Penduduk
Desa Paku Aji memiliki sikap yang ramah terhadap pendatang baru ataupun sesama
penduduk asli setempat. Desa Paku Aji dengan kondisi geografis terdapat
sungai,dan perkebunan yang luas.Dengan kondisi geografis seperti ini dapat
dimanfaatkan sebagai potensi, sehingga sebagian besar masyarakat Desa Paku Aji
mempunyai mata pencarian di sektor pertanian dan sebagian menjadi nelayan.
Penduduk
Paku Aji aslinya adalah warga Desa Rantau Embacang yang bertempat tinggal di
ujung Tanjung pada tahun 1930 dengan jumlah Kartu Keluarga saat itu sebanyak
43, dan memiliki mata pencarian sebagai petani, luas daerah pertanian tersebut
mencapai ± 60 Ha, warga memanfaatkan luas lahan tersebut tersebut untuk
bercocok tanam,yaitu sebagai petani sayur-sayuran serta buah-buahan.
Sempat
terjadi banjir yang melanda daerah pemungkiman dan pertanian warga yaitu pada
tahun 1931,1938,1943 dan banjir besarnya pernah terjadi pada tahun 1955 yang
berlangsung selama tujuh hari tujuh malam dengan ketinggian air mencapai 1,5
Meter yang menyebabkan seluruh lahan pertanian tergenang banjir. Pada tahun
1964 warga membeli tanah dan membangun pemungkiman penduduk yang telah
mendapatkan izin terlebih dahulu oleh Datuk Rio yang pertepatan di ujung tayo
yang kini menjadi nama Paku Aji, dikarenakan warga saat itu takut terjadi
banjir yang besar kembali melanda pemungkiman tempat tinggal mereka.
Pada
tahun 1971 warga setempat memiliki inisiatif untuk melakukan pemekaran dari
Desa Rantau Embacang dengan meminta izin kepada Datuk Rio, pada tahun 1978
tepatnya pada bulan Juli resmilah
pemekaran dari desa Rantau Embacang dan
terbentuklah Desa di Ujung tayo yang berganti nama menjadi Desa Benteng Paku
Aji, nama Benteng Paku Aji berasal dari kesepakatan warga saat itu, di karenakan terdapat benteng
bekas peninggalan sejarah perang dengan kolonial Belanda serta terdapat tanaman
Paku Haji yang tumbuh sendirinya di daerah tersebut.
Pembangunan
infrastruktur di Desa Benteng Paku Aji untuk pertama kalinya yaitu pembangunan
masjid pada tahun 1979. Pada tahun 1980/1981 terjadi rapat di daerah Tanah
Tumbuh yang membahas tentang perubahan nama Desa dari Benteng Paku Aji menjadi
Paku Aji dikarenakan ada perubahan sudut pandang masyarakat mengenai nama Desa
mereka, sehingga terjadilah rapat atau musyawarah yang di pimpin langsung Datuk
Rio pertama yaitu Bapak Hanafi dan tercapailah mufakat untuk pergantian nama
dari Desa Benteng Paku Aji menjadi Desa Paku Aji yang di kenal sampai sekarang
ini.
Dusun
Paku Aji adalah Desa pertama kali yang melakukan pemekarang atau perpisahan
dari Dusun Rantau Embacang sebelum akhirnya terjadi pemekaran-pemekaran lainnya
dari Desa Rantau Embacang, Desa Paku Aji memiliki tanaman ikonik yaitu tumbuhan
cycas atau dikenal dengan pakis Haji (Aji), tanaman ini konon katanya dahulu
tumbuh dengan sendirinya dan selalu mekar membentuk sorban kepala haji pada
saat lebaran iduladha, dan terdapat lipan putih di atas tanaman ini seakan-akan
ingin menjaga tanaman paku aji tersebut, tanaman ini juga diyakini dulunya
memiliki kesaktian dan tidak semua orang bisa mendatangi tempat adanya tumbuhan
paku aji ini.
Dusun
Paku Aji memiliki tarian khas daerah yang di perankan oleh wanita dan pria
yaitu tari tauh,sampai saat ini tarian ini masih di pelajari dan di teruskan
dari masa ke masa agar kebudayaan yang ada tidak hilang dimakan oleh zaman,
dari pertama kalinya desa Paku Aji ini terbentuk sampai saat ini sudah ada 10
Datuk Rio atau Kepala Desa yang sudah menjabat Desa Paku Aji yaitu Bapak
Hanafi, Usman, Kusen, Muhammad Yarid, Ali zubir, Samsul Bahri, Ismail, Muhammad
(Mad Kobau), Marsoni, dan yang saat ini menjabat sebagai Datuk Rio atau Kepala
Desa yaitu Bapak Yan Bastian.
Paku Aji
Kec. Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, Jambi
https://maps.app.goo.gl/Jb8bpidTA4Y379ES7
Barat daya : dusun sungai puri
Selatan : sungai batang tebo
Barat laut : dusun rantau embacang
Utara : dusun rantau makmur & jalan lintas sumatera (jambi - sumbar)
Nasi beng. Merupakan salah saut tradisi & budaya masyarakat paku aji maupun kab. Bungo. Tradisi nasi beng ini biasanya dilakukan saat ada perayaan besar, seperti maulid nabi muhammad saw, acara kenduri dan acara acara besar lainnya.
Sama dengan pernyataan 1. Ini adalah wujud gambar dari tumbuhan ikonik paku aji yang ada di desa paku aji
Proses pembugaran atau pengcatan ulang tugu paku aji oleh anak anak kukerta unja 2022, yang mana sebelumnya tugu ini dibangun oleh anak kukerta unja juga pada tahun 1998.
Silaturahmi dan perkenalan mahasiswa kukerta universitas jambi dengan ketua pemuda,ketua bujang dan pemuda desa paku aji yang bertepat dirumah ketua pemuda.
Potret masyarakat desa paku aji yang sedang bergotong royong memasak untuk acara pesta pernikahan salah satu warga desa paku aji. Hal ini memang biasa dilakukan, bahkan bukan hanya pada acara pernikan saja namun juga pada acara & hari besar lainnya.
Gambar mahasiswa kukerta universitas jambi 2022 saat berfoto ditugu paku aji yang masi penuh dengan debu dan berlumut sebelum dilakukannya pembugaran.
Proses peremajaan lapangan voly desa paku aji.dengan melakukan penambalan lapangan yg berlubang dan penebalan garis lapangan yang sebelumnya pudar dan hapir tidak terlihat lagi.
Di desa paku aji juga masi ada hutan yg masih asri dan tidak tersentuh pembukaan lahan legal maupun ilegal, tepatnya di tepi sungai batang tebo & dekat dengan jembatan gantung desa paku aji.
Tugu "paku aji" di desa paku aji setelah dilakukannya pembugaran atau pengecatan ulang oleh mahasiswa kukerta universitas jambi 2022.


























Komentar
Posting Komentar